Perbedaan Patriotisme, Nasionalisme, dan Chauvinisme.

Perbedaan Patriotisme, Nasionalisme, dan Chauvinisme.
          Dewasa istilah Patriotisme, Nasionalisme, dan Chauvinisme memang sudah tidak asing lagi untuk didengar oleh masyarakat sekarang. Namun masih banyak diantara masyarakat yang keliru dengan makna dari Patriotisme, Nasionalisme, dan Chauvinisme. Banyak orang yang mengerti kalau Patriotisme dan Nasionalisme itu berbeda, tetapi tidak bisa menjelaskan dimana letak dari perbedaan tersebut.
          Istilah Patriotisme lebih dahulu dikenal daripada Nasionalisme, tetapi terkadang dipertentangkan dengan istilah Nasionalisme. Oleh karena itu kita perlu memahami ketiga istilah di atas.
1.  Patriotisme
Patriotisme adalah kecintaan dan pengabdian pada suatu Negara. Namun demikian, tidak ada satu pengertian yang tetap karena pengertiannya selalu berubah – ubah sepanjang waktu dan sangat tergantung pada konteks geografi, dan filosofi yang dipakai. Patriotism sangat terkait dengan nasionalisme, walaupun nasionalisme tidak mesti menjadi bagian dari patriotism.
Pada abad ke delapan belas, patriotisme yang merupakan kepada Negara dianggap berlawanan dengan kesetiaan pada Gereja, dan diperdebatkan bahwa pendeta seharusnya tidak boleh mengajar di sekolah publik karena kecintaan mereka adalah surge. Sehingga mereka tidak dapat menginspirasikan cinta tanah air kepada murid – muridnya. Salah satu pendukung yang paling berpengaruh pada era klasik ini terhadap pemikiran patriotisme adalah Jean – Jacques Rousseau.
Berlawanan dengan pemikiran adanya pemisahan yang tegas antara Negara dan agama, Patriotisme memandang bahwa sikap cinta tanah air justru bisa diperkuat oleh kepatuhan kepada agama. Pertentangan yang dilakukan terhadap kedua hal tersebut sesungguhnya terletak pada persepsi individu saja, bukan merupakan konsep yang dibedakan secara tegas.

2.  Nasionalisme
Secara etimologis, kata nasionalisme berasal dari kata Latin nation, yang berakar pada kata nascor : “saya lahir”. Nasionalisme adalah suatu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan. Nasionalisme berasal dari kata nation (bangsa) yang berarti suatu masyarakat yang tertib yang muncul dari kesamaan karakter, atau kesamaan nasib (Hatta dkk, 1980).
Bangsa atau nasional berarti menunjuk pada sifat khas kelompok yang memiliki ciri – ciri kesamaan, baik fisik ( budaya, agama, Bahasa ) maupun non fisik ( keinginan, cita – cita, dan tujuan ).
Dengan berkembangnya system politik dan bernegara diseluruh dunia, pengeritan nasionalisme juga mengalami pergeseran. Nasinalisme menerut Kohn (1961:11) adalah suatu paham yang berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada Negara kebangsaan. Semangat nasionalisme dipakai sebagai metode dan alat identifikasi untuk mengetahui siapa kawan dan lawan.

3.  Chauvinisme
Chauvinisme sebagai paham kebangsaan, berlandaskan pada paham kebangsaan yang sempit didasarkan pada pertimbangan realisme atau etnosentrisme. Menurut arti awalnya, chauvinism merupakan rasa patriotism dan keyakinan akan superioritas dan kejayaan suatu bangsa yang lebih dari bangsa yang lain. Pengertian ini kemudian diperluas memasukkan yang diwujudkan dnegan kekerasan dan kebencian terhadap kelompok lawan. Chauvinsme sering juga diberlakukan dalam konteks gender. Terutama untuk menunjukkan bahwa gender tertentu lebih baik dari pada gender yang lain. Biasanya ini berlaku untuk kaum laki – laki yang merasa lebih baik dari pada perempuan.
Chauvinism muncul dari rasa nasionalisme yang berlebihan, berasal dari antroposentrisme. Lang mendefinisikan chauvinism sebagai perilaku ideology yang muncul dari mereka yang hidup pada posisi dominan dan dari hirarki politik hubungan kekuasaan Chauvinisme merupakan cara berpkir supermatif yang mengabsahkan hubungan kekuasaan yang tidak setara yang memunculkan diskriminasi terhadap kelompok yang berstatus lebih rendah.

Menurut Arendt, chauvinism merupakan produk konsep nasional yang alamiah karena ia muncul dari ide lama tentang “misi Negara”. Misi Negara bisa diartikan sebagai upaya membawa cahaya kepada bangsa lain yang masih mengalami kegelapan, yang lebih miskin, atau karena alasan lain menyebabkan bangsa ini tertinggal.

Related Posts:

1 Response to "Perbedaan Patriotisme, Nasionalisme, dan Chauvinisme."

  1. Suka bermain Poker?
    Mau bonus Rollingan setiap hari
    Atau
    Bonus mingguan ???

    Info hub
    WA:0812 2222 996

    ReplyDelete