Gerak pada Tumbuhan (taksis)

       Gerak taksis
Gerak taksis merupakan gerak perpindahan tempat sebagian atau seluruh bagian tumbuhan akibat adanya rangsangan. Ada dua macam gerak taksis yaitu, kemotaksis dan fototaksis.
a.       Kemotaksis
Contoh gerak taksis terjadi pada sel gamet tumbuhan lumut. Sel gamet jantan bergerak menuju sel gamet betina. Pergerakan ini terjadi karena adanya zat kimia yang dihasilkan oleh sel gamet betina. Taksis yang disebabkan oleh rangsangan zat kimia disebut kemotaksis.
b.      Fototaksis
Contoh lain gerak taksis terjadi pada alga hijau chlamydomonas yang langsung bergerak menuju cahaya yang intensitasnya sedang. Taksis yang disebabkan oleh rangsangan cahaya disebut fototaksis.


Related Posts:

Gerak pada Tumbuhan (nasti)

Gerak nasti
Gerak nasti adalah gerak bagian tumbuhan yang arahnya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Ada beberapa macam gerak nasty yaitu, tigmonasti, fotonasti, dan termonasti.
a.       Tigmonasti
Tigmonasti adalah gerak yang terjadi karena sentuhan. Seperti terjadi pada tumbuhan putri malu. Gerak menutupnya daun putrid malu terjadi karena adanya perubahan tekanan turgar (kekakuan daun) pada tangkai daunnya akibat sentuhan.
b.      Fotonasti
Fotonasti adalah gerak yang disebabkan oleh rangsangan cahaya matahari. Seperti terjadi pada bunga pukul empat. Bunga pukul empat akan mekar pada sore hari karena rangsangan cahaya matahari pada saat itu. Arah mekarnya bunga tersebut tidak dipengaruhi oleh arah datangnya cahaya matahari yang datang dari barat.
c.       Termonasti
Termonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan suhu. Contohnya termonasti yang terjadi pada bunga tulip. Mekarnya bunga tulip terjadi pada hari-hari yang hangat, yaitu pada musim semi.


Related Posts:

Gerak pada Tumbuhan (Tropisme)

Gerak pada tumbuhan ada 3 macam yaitu, gerak tropisme, nasti, dan taksis.
Gerak tropisme
Gerak tropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Ada beberapa macam gerak tropisme yaitu, fototropisme, geotropisme, hidrotropisme, tigmotropisme, dan kemotropisme.
a.       Fototropisme
Ujung batang tumbuhan selalu tumbuh kea rah sumber cahaya. Jika cahaya datang dari atas, tumbuhan akan tumbuh tegak mengarah ke atas. Tanaman pot yang diletakkan  di dalam ruangan dan mendapat cahaya ari samping, ujung batangnya akan tumbuh membengkok ke arah datangnya cahaya. Tropisme yang disebabkan oleh rangsangan cahaya disebut fototropisme.
b.      Geotropisme
Akar akan selalu tumbuh kea rah bawah akibat rangsangan gaya tarik bumi. Jadi, geotropisme adalah gerak yang disebabkan oleh rangsangan gaya gravitasi.
c.       Hidrotropisme

Gerak tropisme lainnya adalah gerak tumbuh akar yang dipengaruhi oleh ketersediaan air tanah. Biasanya akar tumbuh lurus kea rah bawah untuk memperoleh air dari dalam tanah. Akan tetapi, jika pada arah ini tidak terdapat cukup air, maka akar akan tumbuh membelok ke arah yang cukup air. Dengan demikian, arah pertumbuhan mungkin tidak searah dengan gaya tarik bumi. Jadi gerak hidrotropisme adalah gerak akar menuju sumber air.


Related Posts:

Penyakit pada sistem peredaran darah manusia

Penyakit pada sistem peredaran darah manusia
1.       Kelainan pada darah
a.       Anemia
Anemia adalah keadan dimana darah tidak mampu membawa oksigen yang cukup bagi tubuh. Anemia dapat disebabkan oleh kurangnya jumlah sel darah merah atau kurangnya jumlah hemoglobin yang membawa oksigen.
b.      Talasemia
Talasemia adalah penyakit kelainan darah turunan yang ditandai dengan adanya sel darah merah yang abnormal.
c.       Leucopenia dan leukositosis
Leucopenia adalah keadaan dimana jumlah sel darah putih kurang dari normal. Sebaliknya, leukositosis adalah keadaan jumlah sel darah putih yang terlalu banyak.
d.      Leukemia
Leukemia sering disebut kanker darah. Sel darah putih membelah tidak terkendali sehingga jumlahnya meningkat pesat, dan kemudian memakan sel darah merah, sel darah putih lainny, dan keping darah.
e.      Hemophilia
Hemophilia adalah penyakit darah sukar membeku. Penderita dapat kehilangan banyak darah hanya karena luka kecil. Penyakit ini bersifat menurun dan tidak dapat disembuhkan
2.       Kelainan pembuluh darah dan jantung
a.       Atherosclerosis
Atherosclerosis tejadi apabila terdapat penumpukan lemak, kolesterol, gula, dan berbagai bahan lainnya pada dinding pembuluh darah arteri.
b.      Varises
Varises terjadi pada pembuluh balik atau vena akibat tidak lancarnya aliran darah menuju jantung. Darah berkumpul di vena yang menyebabkan vena melebar. Varises sering dijumpai pada kaki.
c.       Angina
Angina adalah kondisi di mana timbul rasa sakit pada dada sebelah kiri akibat gangguan pada jantung. Angina terjadi ketika jantung tidak memperoleh cukup darah.
d.      Serangan jantung

Serangan jantung diakibatkan oleh berkurangnya pasokan darah ke otot jantung. Berkurangnya pasokan ini biasanya karena pembuluh darah mengalami atherosclerosis. Otot yang kekurangan pasokan akan mengalami gangguan bahkan akhirnya mati dan menyebabkan jantung berhenti berdenyut. Serangan jantung ditandai dengan rasa sakit pada dada kiri yang disertai keringat dingin, pusing, dan mual. Tapi ada pula beberapa kasus di mana penderita bahkan tidak merasakan apa-apa.

Related Posts:

Pembuluh darah Manusia

Dalam sistem peredaran darah ada tiga macam pembuluh darah, yaitu nadi (arteri), pembuluh balik(vena), dan kapiler.
1.       Pembuluh Nadi (arteri)
Pembuluh nadi (arteri) adalah pembuluh yang membawa darah keluar dari jantung. Letak pembuluh ini agak dalam, tersembunyi dari permukaan tubuh. Dinding pembuluh nadi kuat dan elastic. Denyutnya terasa, misalnya di pergelangan tangan atau di leher, dan mempunyai satu katup dekat jantung.
Pembuluh nadi yang berpangkal pada bilik kiri jantung disebut aorta. Aaorta dari bilik kiri adalah aorta tubuh yang akan bercabang menjadi pembuluh nadi tubuh. Pembuluh ini membawa darah yang kaya oksigen.
Aorta dari bilik kanan adalah aorta paru-paru yang akan bercabang dua menjadi pembuluh nadi paru-paru kiri dan kanan. Pembuluh ini membawa darah yang banyak mengandung karbon dioksida.
2.       Pembuluh balik (vena)
Pembuluh balik (vena) adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung. Letaknya dekat permukaan kulit dan tampak kebiru-biruan. Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastis. Denyut pembuluh balik tidak terasa.Pembuluh balik terdiri atas pembuluh balik tubuh dan pembuluh balik paru-paru.
a.       Pembuluh balik tubuh
Pembuluh balik tubuh berasal dari seluruh tubuh menuju ke serambi kanan jantung. Pembuluh ini kaya akan gas karbon dioksida dan miskin oksigen.
Darah dari seluruh pembuluh balik yang berada di tubuh bagian atas, yaitu dari kepala dan kedua tangan, akan berkumpul menjadi satu di pembuluh balik besar atas (vena cava superior).
Darah yang berada di seluruh tubuh bagian bawah, yaitu dari badan dan kedua kaki, akan berkumpul menjadi satu di pembuluh balik besar bawah (vena cava inferior).
b.      Pembuluh balik paru-paru
Pembuluh balik paru-paru terdiri atas pembuluh balik paru-paru kiri dan pembuluh balik paru-paru kanan. Pembuluh balik paru-paru kiri mengangkut darah dari paru-paru kiri. Pembuluh balik paru-paru kanan mengangkut darah dari paru-paru kanan. Keduanya bersatu menuju jantung bagian serambi kiri. Pembuluh balik paru-paru ini mengangkut darah yang kaya oksigen.
3.       Pembuluh kapiler
Ujung pembuluh nadi terkecil dan ujung pembuluh balik yang terkecil dihubungkan oleh pembuluh kapiler. Pembuluh kapiler sangat halus dan berdinding tipis karena hanya terdiri satu lapis sel. Diameter pembuluh kapiler hanya selebar satu sel darah merah sehingga sel darah merah beriringan dalam pembuluh kapiler. Pembuluh kapiler inilah yang berhubungan langsung dengan sel-sel  tubuh.


Related Posts:

Ekosistem

1.       Pengertian Ekosistem
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbale balik antara makhluk hidup dengan lingkunganny. Ekosistem berasal dari bahasa Yunani yaitu oikos dan logos. Oikos artinya rumah atau tempat tinggal, Logos artinya pengetahuan. Jadi ekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang ekosistem.
Komponen ekosistem
a.       Komponen abiotik, adalah komponen yang terdiri atas benda tak hidup. Contoh: air, tanah, udara, dan sinar matahari.
b.      Komponen biotic, adalah komponen yang terdiri atas makhluk hidup. Contoh: manusia, hewan, dan tumbuhan.
2.       Satuan-satuan ekosistem
a.       Individu: makhluk hidup tunggal
Contoh: seekor kuda, sebatang pohon jambu
b.      Populasi: sekelompok makhluk hidup yang sejenis (satu spesies) atau kumpulan dari individu sejenis.
Contoh: 17 ekor kucing, 12 batang pohon apel
c.       Kominitas: kesatuan dari beberapa populasi yang hidup di suatu tempat
Contoh: komunitas sawah terdapat populasi padi, ilalang, rumput, wereng, dan tikus.
d.      Ekosistem: kesauan dari beberapa komunitas dalam satu kelompok yang memiliki ciri khas tersendiri
e.      Bioma: kumpulan ekosistem yang mempunyai karakter tertentu
Contoh: bioma padang rumput, hutan hujan tropis, taiga, tundra

f.        Biosfer: kesatuan berbagai bioma yang melitputi semua organisme lingkungan yang berinteraksi untuk berlangsungnya pendayagunaan energy dan daur ulang

jenis - jenis organisme klik di sini

Related Posts:

Sistem Peredaran Darah Manusia

Jantung terletak di rongga dada sebelah kiri. Jantung berfungsi sebagai alat pemompa darah sehingga jantung mempunyai otot yang kuat. Jantung juga merupakan pusat sistem peredaran darah pada manusia.
Bagian-bagian jantung dan fungsinya:
1.       Aorta, arteri utama tubuh, membawa darah kaya oksigen keluar menuju jaringan. Tekanan darah pada aorta adalah yang tertinggi, dan memiliki denyut terkuat
2.       Arteri paru-paru, membawa darah kaya karbondioksida ke paru-paru
3.       Vena paru-paru, membawa darah kaya oksigen dari paru-paru. Vena dari paru-paru kiri dan kanan bergabung sebelum masuk ke serambi kiri.
4.       Katup semilunar, mencegah darah mengalir kembali ke bilik jika tekanan turun saat relaksasi
5.       Vena cava, vena utama dalam tubuh membawa darah kaya karbon dioksida dari kepala dan anggota tubuh bawah ke serambi kanan
6.       Serambi kiri, menerima darah kaya oksigen dari paru-paru, serambi berdinding tipis karena serambi hanya memompa darah ke bilik
7.       Serambi kanan, menerima darah kaya akan karbon diosida dari vena cava. Pemacu gerak terdapat di
dalam dinding serambi kanan
8.       Katup bicuspid, mempunyai dua sayap, saat katup ini tertutup dan bilik berkontraksi, darah meninggalkan jantung melalui aorta
9.       Katup tricuspid, merupakan tiga sayap yang mencegah darah dari bilik ke serambi pada saat terjadi kontraksi
10.   Tendon, menyempit untuk memastikan katup tidak membuka pada saat dinding bilik berkontraksi
11.   Dinding bilik kiri, tebal dan berotot karena harus mendorong darah melalui arteri ke seluruh jaringan tubuh
12.   Dinding bilik kanan, kurang berotot dibandingkan dinding bilik kiri karena hanya berguna untuk mendorong darah di arteri paru-paru menuju paru-paru
13.   Bilik kiri
14.   Bilik kanan.

Ada tiga tahap kerja jantung, yaitu:
1.       Tahap pertama, serambi jantung mengembang, darah masuk ke serambi.
2.       Tahap kedua, serambi menguncup dan darah dari serambi masuk ke dalam bilik
3.       Tahak ketiga, bilik menguncup dan darah deluar dari bilik jantung


Related Posts:

Kelainan dan Penyakit pada Alat Pernapasan Manusia

Berikut adalah beberapa gangguan-gangguan saluran pernapasan:
1.       Selesma, adalah suatu keadaan di mana hidung tersumbat, ingus mengalir, bersin-bersin serta tenggorokan terasa gatal. Selesma disebabkan oleh infeksi virus pada saluran pernapasan atas.
2.       Influenza, suatu keadaan di mana hidung beringus, bersin-bersin, tenggorok meradang, sakit kepala, demam, otot terasa sakit dan lelah.
3.       asma, yaitu penyempitan saluran pernapasan utama pada paru-paru. Asma merupakan penyakit keturunan dan tidak menular. Penyebab ata pemicu serangan asma umumnya karena reaksi alergi terhadap kondisi lingkungan, misalnya debu, bahan-bahan kimia, serbuk sari, jamur, hawa dingin, dan serpihan kulit mati dari hewan.
4.       Bronchitis, yaitu peradangan pada lapisan dinding bronkus (cabang tenggorok) yang disebabkan oleh infeksi virus. Peradangan ini menimbulkan batuk yang daakan mlam dan mengahasilkan dahak abu-abu kekuningan dari paru-paru.
5.       Tuberculosis (TBC), yaitu penyakit yang menyerang paru-paru sehingga pada bagian dalam alveolus terbentuk bintil-bintil. TBC disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis.
6.       Pneumonia, yaitu suatu peradangan pada paru-paru, khususnya pada alveolus, yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Akibatnya, alveolus dipenuhi nanah lender, atau cairan lainnya sehingga oksigen sulit mencapai aliran darah.
7.       Pleuritis, yaitu suatu peradangan pada selaput pembungkus paru-paru (pleura). Peradangan ini biasanya timbul akibat infeksi dari paru-paru atau organ lain yang berdekatan dengan paru-paru. Akibat perdangan ini, terdapat cairan yang berlebihan pada pleura sehingga penderitanya akan merasa nyeri pada dada ketika bernapas.


Related Posts:

Alat Pernapasan pada Manusia

Alat pernapasan manusia terdiri atas hidung, pangkal tenggorok (laring), batang tenggorok (trakea), dan paru-paru.
1.       Hidung
Dalam hidung udara mengalami tiga perlakuan, yaitu:
1.       Udara akan disaring oleh rambut/bulu hindung dan selaput lender. Rambut hidung menyaring partikel debu yang besar. Sedangkan lender berfungsi memerangkap debu halus dan bakteri
2.       Udara mengalaim penyesuaian suhu. Udara yang masuk akan dihangatkan oleh darah yang ada di dalam pembuluh kapiler di rongga hidung.
3.       Di dalam hidung udara diatur kelembapannya oeh lapisan lender
2.       Pangkal Tenggorok (Laring)
Setelah melewati hidung, udara sampai di pangkal tenggorok. Pangkal tenggorok tersusun oleh katup (epiglotis) dan tulang-tulang rawan membentuk jakun. Katup ini selalu terbuka dan akan menutup jika ada makanan yag masuk ke kerongkongan.
3.       Batang Tenggorok (Trakea)
Batang tenggorok tersusun atas tulang-tulang rawan berbentuk cincin, letaknya di sebelah depan kerongkongan. Batang tenggorok selalu terbuka sehingga kita dapat bernapas dengan leluasa setiap saat.
Dinding sebel
ah dalam tenggorok berlapiskan sel penghasil lender dan epithelium berambut getar. Rambut getar ini berfungsi menahan dan mengeluarkan kotoran yang terbawa udara agar tidak masuk ke dalam paru-paru. Batang tenggorok bercabang dua. Cabang batang tenggorok disebut bronkus, cabang yang menjadi satu menuju paru-paru kanan dan cabang lain menuju paru-paru kiri. Di sepanjang saluran pernapasan ini udara dilembabkan oleh lender dan dihangatkan oleh suhu tubuh.
4.       Paru-paru
Paru-paru terletak di dalam rongga dada di atas diafragma. Diafragma adalah sekat antara rongga dada dan rongga perut. Paru-paru kanan terdiri atas tiga gelambir, sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir. Paru-paru dibungkus oleh selaput paru-paru yang disebut pleura.
Di dalam paru-paru, setiap bronkus bercabang-cabong menjadi bronkiolus. Bronkiolus berakhir dengan gelembung-gelembung halus berisi udara yang disebut alveolus atau gelombung paru-paru.
Didalam paru-paru kita terdapat sekitar 300 juta alveolus yang luas permukaan seluruhnya mencapai 80 meter persegi. Alveolus diselubungi oleh pembuluh kapiler darah yang membentuk jaring-jaring.


Related Posts:

Macam-Macam Ekosistem

Macam-macam ekosistem
1.       Menurut ukurannya:
a.       Ekosistem kecil: seperti akuarium, sawah, kebun
b.      Ekosistem besar: seperti hutan dan lautan
2.       Menurut tempatnya:
Menurut tempatnya ekosistem dibagi menjadi 2, yaitu ekosistem darat dan laut
a.       Ekosistem darat
Ekosistem darat di Indonesia dikelompokkan menjadi:
·         Hutan bakau
Ekosistem ini terdapat di daerah rawa berair payau. Tumbuhan yang berkembang adalah pohon bakau. Fauna yang berkembang adalah jenis hewan yang hidup di pohon (arboreal), seperti: kera, ular, kepiting, dan udang. Hutan bakau juga merupakan tempat ynag baik untuk perkembangan ikan bandeng.
·         Hutan tepi sungai
Daerah tepi sungai memiliki tanah yang subur, dan gembur. Vegetasi pada hutan tepi sungai terdiri atas tumbuhan berkayumisal pohon tengkawang dan kayu ulin.
·         Hutan sagu
Daerah hutan sagu terdiri atas hutan sagu murni dan hutan sagu campuran. Hutan sagu banyak terdapat di rawa-rawa Maluku dan Irian Jaya.
·         Hutan rawa gambut
·         Tanah gambut merupakan hasil hancuran lumut gambut, sehingga tanahnya asam, ph < 4, dan miskin hara (kurang subur) sehingga sedikit tanaman yang tumbuh. Hutan rawa gambut banyak terdapat di Sumatra. Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.
b.      Ekosistem perairan
Ekosistem perairan laut dibagi menjadi:
·         Ekosistem laut dalam
Ekosistem laut yang tidak terjangkau oleh sinar matahari. Oleh sebab itu tidak mungkin organism fotoautotrof yang hidup. Karena pada ekosistem laut dalam tidak ada produsen, maka kominitas yang ada komunitas yang kemungkinan hewan-hewan pemakan sampah (saprovora), karnivora dan detritivora.
·         Ekosistem pantai pasir dangkal
Ekosistem ini terletak di pantai tergenang air laut. Pantai pasir dangkal banyak terdapat di pantai utara Jawa, Bali, Sumbawa, dan Sulawesi. Vegetasi yang dominan antara lain rumput dan ganggang
·         Ekosistem terumbu karang
Terumbu karang merupakan hasil aktivitas koloni organism hewan berongga atau coelenterata. Hewan yang hidup seperti: udang, kepiting, cacing, siput, dan lain-lain

Related Posts:

Jenis-jenis Organisme

Jenis-jenis organisme:
1.       Organisme autotrof (produsen)
Organisme autotrof adalah organisme yang mampu menyediakan atau mensintesis makanannya sendiri dari bahan anorganik menjadi bahan organic dengan bantuan klorofil dan sinar matahari. Organisme  autotrof ada 2 macam, yaitu:
a.       Organism fotoautotrof: organisme yang dapat membuat makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari melalui fotosintesis. Contohnya semua jenis tumbuhan hijau
b.      Organisme kemoautotrof: organisme yang dapat membuat makanannya sendiri dengan bantuan energy kimia. Contohnya bakteri nitrosomoan ya mengubah nitrogen dengan bantuan ATP.
2.       Organisme Heterotrof (konsumen)
Organisme heterotrof adalah organisme yang tidak bisa membuat makanan sendiri. Contoh manusia dan hewan.
Berdasarkan makanannya, konsumen dibedakan atas:
1.       Herbivora (konsumen I), yaitu hewan pemakan tumbuhan atau pemakan produsen secara langsung. Misalnya sapi, kambing, kelinci, belalang dan lain-lain.
2.       Karnivora (konsumen II), yaitu hewan pemakan daging, disebut juga hewan pemakan herbivora. Misalnya harimau singa, ular, dan lain-lain.
3.       Omnivora (pemakan segala), yaitu makhluk pemakan tumbuhan dan hewan . Misalnya ayam dan manusia
Berdasarkan perannya, konsumen dibedakan menjadi 4, yaitu:
1.       Detritirvor: hewan pemangsa sisa-sisa tumbuhan dan hewan, fragmen-fragmen (dretitus). Contohnya cacing, kluwing, dan kutu kayu.
2.       Scavenger: hewan pemakan bangkai binatang sisa atau binatang yang sudah mati. Misanlnya burung gagak dan babi hutan.
3.       Predator: hewan pemangsa yang mengejar kemudian memakan buru. Misalnya singa predator kijang
4.       Parasit: makhluk hidup yang tinggal dan hidup menetap di dalam tubuh inangnya, dan bergantung pada makanan dari inangnya. Contohnya benalu di pohon mangga.

Organisme heterotrof juga dibedakan mejadi:
1.       Biofagus: organisme yang mengkonsumsi makhluk lain
Contoh: manusia, sapi, singa, dan lain-lain
2.       Saprofragus: organism yang memanfaatkan jasad mati. Contoh: bakteri pengurai dan jamur pengurai

3.       Dekomposer: organisme yang menguraikan oranisme yang telah mati. Contohnya bakteri dan jamur

Macam-macam ekosistem klik di sini

Related Posts:

Perbedaan Sistem Pemerintahan Parlementer dengan Sistem Pemerintahan Presidensial

Perbedaan sistem pemerintahan parlementer dengan presidensial:
1.       Sistem pemerintahan parlementer
Sistem pemerintahan parlementer adalah sebuah sistem pemerintahan di mana parlemen memiliki peranan penting dalam pemerintahan.
Pada sistem parlementer, hubungan antara eksekutif dan parlementer sangat erat. Hali ini, karena adanya pertanggung jawaban para menteri terhadap parlemen, maka setiap kabinet yang dibentuk harus memperoleh dukungan kepercayan dengan suara yang terbanyak dari parlemen.
·         ciri-ciri sistem pemerintahan parlementer
1.       Raja/ratu atau presiden adalah sebagai kepala Negara
2.       Kepala pemerintahan adalah perdana menteri
3.       Badan legislatif/parlemen anggotanya dipilih melalui pemilu
4.       Eksekutif bertanggung jawab kepada legislatif
5.       Dalam sistem dua partai. Pembentuk cabinet dan sekaligus sebagai perdana menteri adalah ketua partai politik yang memenangkan pemilu, yang kalah berlaku sebagai pihak oposisi
6.       Dalam sistem banyak partai, cabinet harus membentuk koalisi, karena harus mendapat dukungan kepercayaan dari parlemen
7.       Apabila terjadi perselisihan antara kabinet dan parlemen dan kepala Negara beranggapan kabinet berada dalam pihak yang benar, maka kepala Negara akan membubarkan parlemen
2.       Sistem pemerintahan presidensial
sistem pemerintahan presiden sial adalah sebuah sistem pemerintahan dimana kedudukan eksekutif tak tergantung pada badan perwakilan rakyat. Dasar hokum kekuasaan eksekutif dikembalikan kepada pemilihan rakyat.
Dalam praktiknya, sistem presiden sial menerapkan teori Trias Politika Monstersqueu secara murni melalui pemisahan kekuasaan (Separation of Power). Contohnya adalah Amerika dengan Check and Balance. Sedangkan yang diterapkan di Indonesia adalah pembagian kekuasaan (Distribution of Power).
·         Ciri-ciri sistem pemerintahan presidensial:
1.       Penyelenggara Negara berada di tangan presiden. Presiden adalah kepala Negara dan sekaligus kepala pemerintahan
2.       Kabinet dibentuk oleh presiden. Kabinet bertanggung jawab kepada presiden dan tidak bertanggu jawab kepada parlemen/legislatif
3.       Presiden tidak bertanggung jawab kepada parlemen
4.       Presiden tak dapat membubarkan parlemen
5.       Parlemen memiliki kekuasaan legislative dan menjabat sebagai lembaga perwakilana
6.    Presiden tidak berada di bawah pengawasan langsung

Related Posts:

Rancangan Pancasila Menurut Para Ahli


Rancangan Pancasila yang diusulkan para ahli:
·         Mr. Muhammad Yamin, pada tanggal 29 mei 1945 menyampaikan sebagai berikut :
1.       Peri Kebangsaan
2.       Peri Kemanusiaan
3.       Peri Ketuhanan
4.       Peri Kerakyatan
5.       Kesejahteraan Rakyat
·         Mr. soepomo, pada tanggal 31 mei 1945 menyampaikan usulan sbb:
1.       Paham Negara kesatuan
2.       Perhubungan Negara dengan agama
3.       System badan permusyawaratan
4.       Sosialisasi Negara
5.       Hubungan antar bangsa
·         Ir. Soekarno, tanggal 1 juni 1945 mengusulkan sbb:
1.       Kebangsaan Indonesia
2.       Internasionalisme atau peri kemanusiaan
3.       Mufakat atau demokrasi
4.       Kesejahteraan social
5.       Ketuhanan yang berkebudayaan


Related Posts:

Lapisan - Lapisan Bumi

 Bumi tersusun atas tiga lapisan yaitu:
1.       Kerak
Kerak adalah lapisan terluar permukaan bumi yang berupa batuan keras dan dinding setebal 15-60 km. pada lapisan kerak bagian atas, batuan telah mengalami pelapukan membentuk tanah. Di permukaan lapisan kerak inilah makhlup hidup tinggal dan menjalani hidupnya.
2.       Selubung atau Mantel
Selubung atau Mantel merupakan lapisan di bawah kerak yang tebalnya mencapai 2.900 kilometer. Lapisan mantel merupakn lapisan yang paling tebal. Mantel terletak di antara lapisan inti luar dengan kerak. Lapisan ini terdiri atas magma kental yang bersuhu 1.400oC- 2.500oC
3.       Inti
Inti terdiri atas dua bagian, yaitu inti luar dan inti dalam. Lapisan inti luar merupakan satu-satunya lapisan cair. Inti luar terdiri atas besi, nikel, dan oksigen. Lapisan ini mempunyai tebal kurang lebih 2.255 kilometer. Adapun lapisan inti dalam setebal kurang lebih 1200 kilometer. Inti dalam merupkan bola logam yang padat dan mampat, bersuhu sangat panas sekitar 4.500oC. lapisan ini terbentuk dari besi dan kile padat. Lapisan inti dalam merupakan pusat bumi.

Related Posts:

Macam - Macam Sujud

Sujud terbagi menjadi 3 yaitu, sujud syukur, sukud sahwi, dan sujud tilawah.
·         Sujud Syukur
1.       Pengertian sujud syukur.
Sujud syukur artinya sujud terima kasih karena memperoleh nikmat, keuntungan atau karena terhindar dari musibah dan bahaya yang besar. Hukum sujud syukur adalah sunah.
2.       Tata cara sujud syukur
a.       Sujud syukur dilaksanakan dengan syarat:
1.       Dalam keadaan suci dari hadas dan najis
2.       Menutup aurat
3.       Menghadap kiblat
b.      Rukun sujud syukur, yaitu:
1.       Niat
2.       Takbiratul ihram
3.       Sujud
4.       Member salam sesudah duduk
Dalam hal syarat dan rukun sujud syukur, ulama berselisih pendapat. Pendapat pertama, seperti tertulis pada bagian a dan b. Pendapat kedua, sujud syukur langsung dilakukan begitu seseorang memperoleh keuntungan atau terhindar dari musibah, apa pun keadaannya pada saat itu.

·         Sujud Sahwi
1.       Pengertian Sujud Sahwi
Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan dalam salat karena lupa, sehingga tidak melakukan sesuatu yang semestinya dilakukan.
§  sebab – sebab sujud sahwi:
a.       ketinggalan tasyahud (tahiat) pertama atau ketinggalan qunut.
b.      Kelebihan rakaat, rukuk atau sujud karena lupa
c.       Apabila kurang rakaat salat karena lupa
d.      Karena ragu mengenai jumlah rakaat yang telah dikerjakan.
2.       Tata Cara Sujud Sahwi
a.       Sujud dilakukan dalam salat, yaitu setelah tasyahud atau tahiat akhir sebelum salam. Sebagian ulama berpendapat sujud sahwi dilaksanakan setelah salam.
b.      Sujud sahwi dilaksanakan dua kali, yakni sama seperti sujud dalam salat.
c.       Bacaan sujud sama dengan bacaan ketika salat. Begitu juga bacaan duduk antara dua sujud.
d.      Untuk makmbum wajib mengikuti imam

·         Sujud Tilawah
1.       Pengertian Sujud Tilawah
Sujud tilawah artinya sujud bacaan, yaitu sujud yang dilakukan karena membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah. Yang mendengarkan ayat sajdah disunahkan sujud.
2.       Tata Cara Sujud Tilawah
a.       Rukun Sujud Tilawah
1.       Niat
2.       Takbiratul ihram
3.       Sujud (sekali)
4.       Memberi salam sesudah duduk
b.      Syarat-syarat Sujud Tilawah
Syarat-syarat sujud tilawah sebagaimana syarat salat, yaitu suci dari hadas dan najis, baik pakaian yang dikenakan maupun tempat sujud, menghadap kiblat serta menutup aurat.
Untuk sujud tilawah dalam salat, maka akhir ayat sajdah selesai dibaca langsung sujud (sekali). Selesai sujud langsung berdiri melanjutkan bacaan dan rakaat salat.
3.       Ayat-ayat sajdah
1.       Akhir surah Al-S’raf
2.       Ayat 15 Surah Ar-Ra’d
3.       Ayat 50 Surah An-Nahl
4.       Ayat 109 Surah Al-Isra’
5.       Ayat 58 Surah Maryam
6.       Ayat 18 Surah Al-Hajj
7.       Ayat 77 Surah Al-Hajj
8.       Aayat 60 Surah Al-Furqan
9.       Ayat 26 Surah An-Naml
10.   Ayat 15 surah As-Sajdah
11.   Ayat 24 Surah Sad
12.   Ayat 38 Surah Fussilat
13.   Akhir Surah An-Najm
14.   Ayat 21 Surah Al-Insyiqaq
15.   Akhir Surat Al-‘Alaq’
Sekian Dari Saya.. mohon koreksinya bila ada kesalahan…

Related Posts:

Cara Menghindari Penyakit pada alat pencernaan

1.       Makan makanan yang bergizi dan seimbang
2.       Menjaga kebersihan alat-alat makan dan bahan makanan
3.       Minum air puthi dalam jumlah yang cukup
4.       Makan secara teratur
5.       Menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan cara menggosok gigi secara teratur.
6.       Menghindari makanan yang terlalu panas dan dingin
7.       Mengurangi makanan yang mengandung banyak gula, misalnya permen dan cokelat
8.       Mencuci tangan sebelum makan
9.       Biasakan mengunyah makanan sampai halus agar mudah dicerna oleh lambung

10.   Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat, misalnya buah-bauhan dan sayur-sayuran

Related Posts:

Penyakit atau Gangguan pada Alat Pencernaan

1.       Mag (Radang Lambung)
Penyakit ini ditandai dengan gejala lambung terasa perih dan mual. Penyakit mag disebabkan oleh kebiasaan makan yang tidak teratur. Jika kita tidak segera makan pada saat lapar, lambung menjadi kosong. Akibatnya, asam lambung (asam klorida) yang dihasilkan untuk mencerna makanan melukai lambung/
2.       Apendisitis (Radang Umbai Cacing)
Radang pada umbi cacing ditandai dengan sakit pada perut sebelah kanan bawah dan biasanya disertai demam. Umbai cacing (apendiks) adalah tonjolan kecil pada usus buntu (sekum). Panyakit ini desebabkan adanya makanan masuk di apendiks dan membusuk. Pembusukan makanan di apendiks tersebut dapat mengakibatkan radang.
3.       Disentri
Penyakit disentri disebabkan oleh bakteri. Alat pencernaan yang diserang yaitu usus. Penyakit ini ditandai dengan muntah-muntah dan buang air besar terus-menerus. Disentri dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan makanan perlengkapan makanan.
4.       Sembelit
Gejala penyakit sembelit yaitu susah buang air besar. Penyakit ini disebabkan makanan yang kita makan kurang berserat. Makanan kurang serat dapat mengganggu proses pencernaan. Serat makanan membantu penyerapan air di usus besar. Jika kadar serat makanan berkurang, sisa makanan kurang menyerap air. Akibatnya, sisa makanan menjadi padat sehingga sulit dikeluarkan.

Related Posts:

Alat Pencernaan Pada Manusia

Alat-alat pencernaan manusia terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus
1.       Mulut
Makanan masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Di dalam rongga mulut terdapat gigi, lidah, dan ari ludah (air liur). Ketiga komponen itu berperan untuk mencerna makanan di dalam mulut. Gigi dan lidah mencerna secara mekanis. Air ludah mencerna makanan secara kimiawi. Pencernaan secara mekanis merupakan pencernaan makanan dengan cara dikunyah oleh gigi dan dibantu lidah. Sementara itu, pencernaan kimiawi merupakan pencernaan makanan yang dilakukan oleh enzim.
a.       Gigi
Gigi berfungsi menghancurkan makanan yang masuk dalam rongga mulut. Berdasarkan bentuk dan fungsinya, gigi dibedakan menjadi tiga. Yaitu, gigi seri untuk memotong makanan, gigi taring untuk mengoyak makanan, dan gigi geraham untuk menggilas makanan
b.      Lidah
Lidah mempunyai 3 fungsi yaitu:
1.       Mengatur letak makanan saat dikunyah
2.       Membantu menelan makanan
3.       Mengecap rasa makanan
c.       Air liur
Saat makanan dikunyah dalam mulut, makanan dibasahi oleh air liur. Makanan menjadi licin dan mudah ditelan. Selain itu, air liur mengandung enzim ptyalin atau amylase. Enzim ini berfungsi untuk mencerna zat tepung (amilum) secara kimiawi menjadi zat gula. Itulah sebabnya, saat mengunyah nasi dalam waktu lama kita akan merasakan manis. Pencernaan seperti ini merupakan contoh pencernaan kimiawi.
2.       Kerongkongan
Kerongkongan merupakan penghubung antara rongga mulut dan lambung. Kerongkongan berupa saluran yang panjangnya kira-kira 20 cm. Kerongkongan terdiri atas otot yang lentur. Makanan yang berada di dalam kerongkongan akan didorong oleh dinding kerongkongan menuju lambung. Gerakan seperti ini disebut gerak peristaltik. Gerak peristaltic dilakukan oleh otot dinding kerongkongan.
3.       Lambung
Lambung adalah alat pencernaan berotot yang berbentuk seperti kantong. Bagian dalam dinding lambung berlipat-lipat yang digunakan untuk mengaduk makanan yang berasal dari kerongkongan. Dinding lambung menghasilkan asam klorida/asam lambung yang berguna untuk membunuh kuman-kuman yang masuk bersama makanan.
Selain itu di dalam lambung terdapat enzim pepsin dan renin. Enzim renin  berfungsi untuk mengendapkan protein susu menjadi kasein. Enzim pepsin berguna untuk mengubah protein menjadi asam amino. Di dalam lambug ini terjadi pencernaan secara mekanis dan kimiawi
4.       Usus halus
Setelah dicerna di lambung, makanan masuk ke usus halus. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari, usu kosong, usus penyerap.
Di dalam ususu dua belas jari, makanan dicerna secara kimiawi. Pencernaan itu dilakukan oleh getah empedu dan getah pancreas. Getah empedu dihasilkan oleh hati dan berfungsi untuk mencerna lemak. Beberapa enzim yang dihasilkan getah pankreas sebagai berikut:
a.       Enzim amylase, berfungsi mengubah zat tepung menjadi gula
b.      Enzim tripsin, berfungsi mengubah protein menjadi asam amino
c.       Enzim lipase, berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak
Setelah melewati usus dua belas jari, makanan sampai di usus kosong. Setelah hancur dan lumat menuju usus penyerap. Bagian dalam dinding usus penyerap berupa jonjot-jonjot. Di dalam jonjot-jonjot itu terdapat ujung pembuluh darah. Melalui pembuluh darah inilah terjadi penyerpan sari-sari makanan.
5.       Usus Besar
Usus besar merupakan kelanjutan dari usus halus. Di dalam usus besar terjadi penyerapan air dan garam-garam mineral. Selanjutnya, sisa makanan dibusukkan oleh bakteri pembusuk di dalam usus besar. Hasil pembusukan berupa bahan padat, cair, dan gas.
6.       Anus
Bagian akhir dari saluran pencernaan berupa lubang keluar yang disebut anus. Sisa pencernaan dari usus besar dikeluarkan melalui anus. Bahan padat hasil pembusukan dikeluarkan sebagai tinja dan gas. Sisa pencernaan yang berupa cairan disalurkan dan disaring ginjal. Cairan yang tidak berguna dikeluarkan melalui lubang kemih berupa air seni.


Related Posts: